Rabu, 15 Desember 2010


Yang Terakhir
Karya          : Faizar Rizky Shilnady



Aku yang kini
Hanyalah kambing untuk kurban
Walaupun aku binatang sirkus andalan


Aku adalah aku
Bukan dia
Bukan kamu
Dan aku bukanlah mereka
Aku ini seekor bunglon saja
Mulutku adalah tanggungjawabku
Mata dan telingaku menjadi saksiku
Dan tubuhku pembalas bagiku


Tiap tiap bulan memancarkan sinar
Lewat tulisan tulisan ku berdo’a


Tiap tiap hembusan nafasku
Dalam tipisnya sisa masaku
Aku berrharap
Kenanglah aku
Walaupun aku tak berjasa dalam perubahan ini
Meskipun aku telah dibungkus dengan kain putih
Meskipun aku telah menjadi tulang belulang yang busuk
Dan aku yang telah kembali menjadi tanah
Kenanglahlah aku
Karena aku tak ingin sendiri

K E S A K S I A N
Karya          : Faizar Rizky Shilnady

 
Tiap – tiap detak jantungku berdetak
Tiap – tiap itu aku bermaksiat
Seperti hidup seribu tahun lagi
Seperti hidup sepuluh ribu malam saja
Membeli selimut nan mempesona
Seperti berpulang hanyalah gosip
Dan tiap – tiap detak jantungku berdetak
Tingkah yang ku laku ku sadari

                        Rampung sudah nyanyian duniawi
                        Terbebas dari belenggu
                        Atau belum ?
                        Mega tampak merengut muka
                        Itulah  pose hatiku sekarang

                        Oh….
Betapa malunya aku
Aku kepada kekasihku
Dan hidup hanyalah sementara saja
Dan berpulang bukanlah gossip
Dan tiap – tiap detak jantungku berdetak
Tingkah yang ku laku ku sadari

Ku tulis sebuah kesaksian
Dengan pena hitam yang tajam
Pada secarik kertas
“Allah adalah Tuhanku,
Muhammad tauladanku,
Al-Qur’an suci pedoman jalan hidupku,
Jihad adalah jalan juangku
Mati di jalan-Nya adalah cita – citaku”